babi

Jumat, 30 September 2011

JADI MANAGER : MUNGKINKAH?


Banyak diantara kita yang mungkin akan merasa ragu saat ada yang menanyakan apakah mungkin untuk menjadi seorang manajer?? Mungkin banyak diantara kita yang tidak bisa ataupun ragu untuk menjawabnya, mungkin keraguan dalam menjawab hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya kepercayaan kepada diri kita sendiri bahwa kita mampu untuk melakukan hal tersebut.
Menjadi seorang manajer???...........


Gambar 1. Manajer, mungkinkah?
(sumber : www.google.com )

Tentu kita bisa. Semua pun bisa menjadi seorang manajer. Memang tidak terlihat semudah itu untuk bisa menjadi seorang manajer, tetapi juga tidak sesulit yang dibayangkan. Kita bisa mempelajari bagaimana cara untuk menjadi seorang manajer, serta apa saja yang dibutuhkan untuk dapat menjadi seorang manajer.
Jika kita sudah mempelajari semua hal tentang bagaimana menjadi seorang manajer, jangan lupa tanamkan juga pada diri kita bahwa kita bisa menjadi seorang manajer. Jangan sampai saat kita ditantang untuk menjadi seorang manajer, kita merasa tidak bisa melakukan hal tersebut karena tidak adanya kepercayaan diri walaupun kita telah mengetahui bagaimana cara untuk menjadi seorang manajer.
Intinya adalah jika kita ingin menjadi apapun seperti yang kita inginkan (termasuk menjadi seorang manajer) kita harus terlebih dahulu yakin dan percaya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa dan mampu untuk melakukan hal tersebut dan tidak lupa juga disertai dengan usaha kita untuk mencapai hal tersebut.
Ada beberapa cara untuk dapat menjadi manajer yang baik, antara lain :
1.      Mulailah dengan senyum dan berbicara ramah dalam berhubungan dengan orang lain.
Tersenyumlah setiap saat pada setiap orang maka anda akan disukai. Cara pendekatan yang ramah, simpati, dan menghargai, ternyata merupakan cara yang berhasil dalam suatu negosiasi. Keramahan dan kelembutan selalu lebih kuat daripada kekuatan dan kemarahan.
2.      Hormati pendapat orang lain dan hindari menyalahkan dan mengkritik orang lain secara berlebihan.
Biarkan orang lain berbicara tentang diri mereka. Mereka lebih tahu banyak tentang urusan dan masalah mereka daripada anda. Karena semua orang merasa dirinya baik dan tidak salah. Tuhan menciptakan manusia tidak sempurna dan berbeda intelektualnya.
3.      Bangunkan motivasi orang lain untuk berhasil mencapai tujuan.
Berikan dorongan/reputasi yang baik untuk dipenuhi dan mereka akan berusaha sekuat tenaga agar anda tidak kecewa. Satu-satunya cara untuk mempengaruhi orang lain adalah berbicara tentang apa yang mereka inginkan dan tunjukkan kepada mereka bagaimana memperolehnya.
4.      Perhatian dan peduli terhadap kondisi dan masalah orang lain.
Rahasia sukses bergaul adalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Biasakan mengatakan pada diri sendiri, bagaimana rasanya, bagaimana saya bereaksi apabila saya dalam posisi sebagai orang lain yang mengalami suatu masalah/keadaan.
5.      Berani mengakui kesalahan sendiri sebelum menyalahkan orang lain.
Tatkala kita menyalahkan diri kita sendiri, maka mereka mengambil sikap murah hati dan bersimpati. Segeralah meminta maaf jika melakukan kesalahan. Kita tidak akan sakit hati mendengarkan orang mengkritik kesalahan kita apabila orang yang mengkritik tersebut memulai dengan mengakui bahwa ia jauh dari sempurna dan sering melakukan kesalahan yang sama.

Kesimpulan :
Setiap orang dapat menjadi seorang manajer jika mereka memiliki keinginan dan usaha untuk menggapainya. Segala permasalahan, tantangan, dan hambatan yang akan dihadapi akan dapat diselesaikan apabila seseorang tersebut memiliki kepercayaan diri akan dirinya sendiri bahwa mereka sanggup untuk melakukan apapun yang mereka inginkan.

Sumber :

Kamis, 29 September 2011

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DI INDONESIA

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Gambar 1. Teknologi Komputer
(sumber : www.google.com )

Secara luas, komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada.
Dahulu komputer merupakan salah satu barang mewah yang jarang sekali orang memilikinya. Ini diakibatkan karena komputer mahal sekali harganya. Namun saat ini, komputer sudah menjadi barang kebutuhan primer layaknya tempat tinggal, pakaian, dan makanan. Manusia di jaman globalisasi saat ini sangat berhubungan erat dengan penggunaan komputer. Kini komputer digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Teknologi komputer memang sangat membantu kehidupan manusia, maka tak diherankan lagi benda satu ini menjadi incaran masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia.
Masyarakat Indonesia kini sudah tak asing lagi dengan benda yang satu ini. Bahkan masyarakat Indonesia kini sudah tidak “gagap akan teknologi” sehingga terus mengamati perkembangan dari teknologi komputer ini. Namun, teknologi komputer ini pun tak luput dari beberapa dampak dalam pemakaiannya selain manfaat yang sangat banyak tentunya.

Gambar 2. Manfaat Komputer
(sumber : www.google.com )

Adapun manfaat teknologi komputer antara lain :
1.    Komputer Sebagai Sarana Manajemen
Komputer sangat berguna bagi kehidupan. Bagi beberapa orang, komputer dapat digunakan untuk mengatur kehidupan mereka. Contohnya bagi orang kantoran, komputer sangat dibutuhkan untuk mengatur tugas dan data-data mereka serta me-manage waktu mereka. Bagi toko-toko dan rumah tangga, komputer sangat membantu dalam hal me-manage pengeluaran dan pemasukan mereka. Sehingga semuanya dapat terakomodir dengan baik dan rapi. Hal ini tentunya sangat memudahkan bagi para pengguna komputer.
2.    Komputer Sebagai Media Komunikasi
Komputer sangat berguna sebagai media komunikasi. Dengan komputer para pengguna dapat mengakses berita secara on-line melaui media internet dari situs-situs yang tersedia. Para pengguna komputer juga dapat menggunakan media chatting melalui internet agar dapat berkomunikasi satu sama lain baik dengan tulisan maupun lisan secara langsung dengan visual yang tersedia ke berbagai pelosok dunia. Para pengguna juga dapat memanfaatkan komputer sebagai sarana berkirim e-mail ke pengguna lain dimana pun berada untuk saling bertukar informasi. Dari sini terlihat jelas manfaat komputer sebagai media komunikasi.
3.    Komputer Sebagai Media Informasi
Disini komputer berperan sebagai media lahan informasi yang didapatkan melalui internet. Para pengguna dapat berbisnis, berdagang, promosi, dan bertransaksi, cukup dengan menggunakan komputer tanpa bertatap muka. Bagi pelajar dan mahasiswa,  komputer sebagai sarana penunjang belajar serta mencari bahan belajar melalui internet. Begitu juga bagi para pengajar dan pendidik, komputer sangat berperan untuk meningkatkan kualitas guna mengetahui kemajuan bahan yang akan diajarkan dan refrensi lainnya.
4.    Komputer sebagai Sarana Hiburan
Disisi lain komputer juga bermanfaat sebagai sarana hiburan. Para pengguna bisa menonton televisi, memutar musik dan film serta memainkan aplikasi permainan yang tersedia sebagai hiburan. Selain itu komputer juga merupakan sarana menyalurkan hobi para pengguna dengan tersedianya berbagai aplikasi software untuk menyalurkannya. Contohnya : mengedit gambar atau film, membuat gambar atau film, menulis cerita atau novel dan lain sebagainya yang tentunya juga dapat mengembangkan bakat para penggunanya.
5.    Komputer Sebagai Media Lapangan Kerja
Hal ini terbukti dengan banyaknya kantor dan perusahaan yang mencari karyawan yang mahir menggunakan komputer. Seiring berkembangnya zaman, maka semakin dibutuhkannya seseorang yang mahir dengan teknologi, diantaranya teknologi komputer. Begitu juga bagi para programmer yang terus membuat berbagai aplikasi dan software untuk komputer seiring dengan perkembangannya. Jadi jelas, selain sebagai media lapangan kerja, komputer juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi penggunanya.

Sedangkan dampak negatif dari teknologi komputer antara lain :
1.    Dampak Bagi Kesehatan
Ternyata tak selamanya kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop. Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang seefisien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa kemanapun. Namun, efisiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan kenyamanan dan kesehatan sang pemakai. Beberapa gangguan kesehatan yang sering terjadi antara lain :
·         Gangguan Tulang Belakang
·         Kelelahan Pada Mata
·         Sakit Kepala
2.    Dampak Bagi Lingkungan
Selain pada kesehatan, komputer juga terkadang memberikan dampak buruk pada lingkungan. Hal yang dimaksud disini adalah, karena tidak disadarinya oleh para pengguna, sehingga seringkali adanya pemborosan energi listrik yang terjadi. Selain pemakaian yang tanpa memikirkan waktu, yang sering terjadi adalah dinyalakannya komputer dalam posisi aktif tanpa pemakaian oleh pengguna. Hal ini tentu saja mengaikbatkan adanya pemborosan energi listrik. Jadi, sebaiknya para pengguna lebih memperhatikan pemakain komputer agar tidak terjadinya pemborosan energi.
3.    Dampak Bagi Etika dan Pergaulan di Masyarakat
Hal ini merupakan dampak yang paling banyak terjadi di kehidupan kita, baik yang terlihat ataupun yang tak terlihat. Adanya komputer bukan saja membentuk manusia lebih maju tetapi juga memanfaatkan teknologi komputer dengan cara yang salah, antara lain :
·         Pornografi
·         Penipuan dan Perjudian
·         Kacanduan atau Ketagihan Komputer
4.    Dampak Berkembangnya Virus Komputer
Dampak negatif lainnya adalah turut berkembangnya virus yang terus menyerang komponen sistem komputer. Sehingga hal ini terus menjadi perhatian para produsen sistem komputer. Namun, disisi lain memiliki dampak positif bagi pembuat virus , karena sebagi lahan penyaluran hobi dan bakat juga menghasilkan uang dengan menciptakan anti virus itu sendiri.

Kesimpulan :
Gambar 3. Teknologi Komputer
(sumber : www.google.com )

Perkembangan teknologi komputer di Indonesia sudah cukup maju, hal ini terlihat dari gaya hidup masyarakat Indonesia yang sudah tanggap dengan teknologi ini. Penggunaan komputer di Indonesia semakin hari semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer itu sendiri. Kini komputer bukanlah lagi barang langka di negeri ini, tetapi sudah berkembang menjadi barang primer yang dibutuhkan oleh setiap individu dalam kegiatan sehari-hari. Untuk itu, kita sebagai pengguna haruslah memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan bertanggung jawab agar teknologi canggih ini tidak disalahgunakan atau bahkan menjadi penghancur moral generasi muda bangsa ini.

Sumber :

KEKERASAN DIKALANGAN MAHASISWA DAN PELAJAR

Gambar 1. Potret kekerasan dikalangan pelajar dan mahasiswa
(sumber : www.google.com )

Kasus kekerasan di kalangan pelajar sangat meresahkan sekaligus menodai dunia pendidikan Indonesia yang masih dihantui banyak permasalahan. Apalagi kasus kekerasan yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan, perampasan dan luka fisik. Permasalahan ini menegaskan adanya suatu kesalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Jika tidak, mengapa kekerasan dalam pendidikan terus menerus terulang? Menanggapi hal tersebut, kita perlu mencari akar permasalahan atas berbagai kekerasan yang terjadi dikalangan mahasiswa dan pelajar.
 Pertama, meninjau kembali implementasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter, menurut Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, dan watak. Sementara menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).
Dalam penerapannya, pendidikan karakter bergerak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang. Untuk itu, ada baiknya pemerintah memberi kesempatan membuat pembelajaran kreatif sesuai kebutuhan siswa.
Kedua, spritualitas dalam pendidikan. Mengutip Rachael Kasler dalam bukunya The Soul of Education, pada dasarnya siswa merindukan pendidikan spiritual untuk menyiapkan mereka membangun inter-connection (silaturahmi, baik dengan Tuhan, manusia dan alam) , compassion (rasa kasih sayang dan kepedulian), dan character (akhlak mulia) agar dapat mengisi kehidupan mereka.
Penerapan spiritualitas dapat dimanifestasikan melalui memaksimalkan kegiatan kerohanian, pelajaran agama, dan pergaulan pengajar terhadap muridnya. Kegiatan keagamaan diharapkan dapat membantu memunculkan nilai-nilai positif. Selain itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika deteksi dini sudah dilakukan maka potensi penyimpangan dapat diminimalisir.
Ketiga, penegakan hukum yang tegas dari pihak sekolah atau instansi terkait. Pemberian hukuman sebaiknya tidak dipahami dari sudut pandang negatif. Sebab hukuman diberikan untuk memberikan efek jera. Sekarang, yang diperlukan adalah mekanisme dan paradigma hukuman. Usahakan hukuman bersifat mendidik dan konstruktif, bukan menghakimi agar tidak menambah keliaran siswa.
Selain itu, keengganan dan kemandulan sikap ilmiah pada generasi muda kita saat ini, lebih banyak disebabkan oleh orientasi keberhasilan, yang menjadi ukuran sukses dalam hidupnya. Ukuran kesuksesan yang semata-mata hanya diukur dengan seberapa banyaknya harta dan materi yang dapat dihasilkan. Situasi ini menyebabkan generasi muda kita terjebak pada pola hedonisme dan glamorisme, sehingga muncul lingkungan yang penuh dengan kekerasan sosial dan tekanan hidup yang berlebihan, yang berakibat pada frustasi berkelanjutan serta menyebabkan rusaknya tatanan sosial dalam bermasyarakat. Akibat dari rusaknya tatanan sosial tersebut, maka tanggung jawab atas moral pun terabaikan.

Gambar 2. Kemandulan moral generasi muda
(sumber : www.google.com )

Sesungguhnya perilaku kekerasan itu sendiri bukanlah cerminan dari budaya masyarakat Indonesia. Apalagi jika terjadi pada kelompok intelektual terdidik seperti pelajar dan mahasiswa. Dalam konteks sekarang ini, perlu adanya pengembalian fungsi hati nurani dan logika. Semua pihak harus berusaha keras memutus budaya kekerasan yang menjangkit pendidikan di Indonesia ini.
Akhirnya, jika telah terjadi tindak kekerasan, kita hanya berharap upaya perdamaian dapat dilakukan pihak yang berselisih.  Pemerintah, kepolisian dan instansi-instansi terkait harus memberikan perhatian serius terhadap perubahan mentalitas siswa. Menyalahkan salah satu pihak, bukanlah sebuah sikap bijak. Sebaiknya, kita harus saling introspeksi diri agar kasus-kasus kekerasan tersebut tidak terulang kembali.

Kesimpulan :
Kekerasan bukanlah tindakan yang patut dilakukan oleh kelompok intelektual seperti pelajar dan mahasiswa. Karena baik pelajar maupun mahasiswa merupakan generasi-generasi muda penerus bangsa yang harus diperhatikan dan dibina. Masa depan bangsa ini ada dipundak mereka. Untuk itu, kita harus saling introspeksi diri agar tindak kekerasan ini tidak terjadi lagi di negeri kita. Segala permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah dan asas kekeluargaan. Mari kita menuju Indonesia yang lebih baik.

Sumber :