babi

Minggu, 20 November 2011

PEMBENAHANAN SISTEM TRANSPORTASI UMUM


Gambar 1. Transportasi Umum di Indonesia
(sumber : www.google.com)

Transportasi umum di Indonesia terbilang cukup beraneka ragam jenisnya. Transportasi umum ini pun cukup diminati oleh masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia mengakibatkan tingginya angka kebutuhan penggunaan transportasi umum ini, sehingga seringkali menyebabkan terjadinya kemacetan karena beberapa faktor seperti : memberhentikan kendaraan disembarang tempat, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, dll. Bahkan tak jarang banyak masyarakat yang membahayakan nyawanya saat menggunakan transportasi umum ini.

Gambar 2. Permasalahan sistem transportasi di Indonesia
(sumber : www.google.com)

Kemacetan memang masih menjadi permasalahan klasik di Negara ini. Ketidakdisiplinan para pengguna jalan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Selain itu, kemacetan juga terjadi karena tingginya tingkat pengguna kendaraan pribadi di Indonesia yang semakin lama semakin meningkat. Banyaknya jumlah kendaraan ini tidak sebanding dengan luasan jalan yang tersedia.
Masalah-masalah inilah yang harus segera di atasi oleh pemerintah agar sistem transportasi umum di Indonesia dapat teratasi dengan baik, aman, nyaman, dan lancar. Jika sarana dan prasarana dari masing-masing transportasi umum ini dalam kondisi yang baik, maka masyarakat akan beralih menggunakan transportasi umum, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Tetapi, bukan hanya pemerintah yang harus membenahi permasalahan ini, masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga sarana dan prasarana transportasi umum ini agar tidak kotor dan rusak. Partisipasi dari masyarakat sangatlah berperan dalam langkah-langkah pembenahan ini. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama membenahi permasalahan transportasi ini.
Selain itu, pemerintah juga harus segera memikirkan kendaraan-kendaraan yang ramah terhadap lingkungan untuk sistem transportasi. Dengan kendaraan yang ramah lingkungan (misal : menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan), maka kita turut berperan dalam menjaga dan menyehatkan bumi kita kembali.


ROYAL WEDDING KERATON YOGYAKARTA

Gambar 1. Royal Wedding Keraton Yogyakarta
(sumber : www.google.com)

Mendengar kata royal wedding tentulah kita sudah tidak merasa asing lagi. Belum lama ini royal wedding yang sempat menjadi perbincangan masyarakat dunia dan digelar secara besar-besaran adalah pernikahan antara Pangeran William dengan Kate Middleton dari Kerajaan Inggris. Kini, Kerajaan di Indonesia pun melakukan hal yang sama yaitu pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni atau Gusti Kanjeng Ratu Bendara akan menikah dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudhanegara pada 16-19 Oktober 2011.
Pernikahan akbar ini digelar dengan budaya khas Jawa sehingga menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Tak hanya wisatawan lokal, tetapi juga dari kawasan Eropa, Amerika, dan Australia, serta turis Jepang juga akan berdatangan untuk menyaksikan pesta akbar Keraton Yogyakarta itu.
Adapun beberapa keunikan dan kemegahan Royal Wedding Keraton Yogyakarta adalah sebagai berikut :
1.  Keraton Wedding kali ini akan berlangsung selama empat hari empat malam, di mulai sejak 16 Oktober hingga 19 Oktober 2011 yang resepsi pernikahannya akan digelar di Kepatihan, tempat tinggal Patih Danurejo yang kini sudah berubah fungsi menjadi Kompleks Kantor Gubernur Provinsi DIY.
2.  Dalam prosesi pertama Keraton Wedding, kedua calon mempelai nyantri di Masjid Panepen yang terletak di dalam kompleks Keraton Yogya. Prosesi tersebut disebut Mujahadah. Dalam prosesi tersebut, Mas Ubay dan Jeng Reni (sapaan akrab calon mempelai) akan menempa batin dengan agama serta mendapat wejangan seputar agama.
3.  Dalam acara kirab pengantin, kedua mempelai akan menaiki kereta pusaka yang dikenal dengan Kereta Kyai Jongwiyat. Kereta ini beratap terbuka dan beroda empat. Kereta Kyai Jongwiyat adalah peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan saat ini disimpan di Museum Kereta di Jl Rotowijayan, Yogyakarta.
4. Dalam siraman yang berlangsung Senin (17/10/2011) di Sekar kedhaton, wanita yang hadir harus memakai kebaya tangkeban tanpa plisir dan sanggul tekut. Aturan tersebut harus dipenuhi.
5. 18 perias dilibatkan dalam Keraton Wedding. 18 perias tersebut terdiri dari 14 perias wanita dan empat perias laki-laki. Tienuk Riefki, perias pengantin tradisional langganan selebriti kembali dipercaya pihak Keraton Yogyakarta merias kedua calon mempelai.
6. Seluruh prosesi Keraton Wedding akan didokumentasikan menjadi sebuah film dokumenter berdurasi sekitar satu jam. Proses pembuatan film dokumenter pernikahan adat keraton ini sudah dimulai sejak Juli 2011.
7. Sekitar 200 angkringan gratis akan disajikan di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta pada 18 Oktober mendatang. Angkringan tersebut disediakan oleh warga Yogyakarta sebagai wujud rasa bahagia dari rakyat untuk keraton yang sedang menggelar pesta pernikahan.

Gambar 2. Kemegahan dan Keunikan Keraton Wedding
(sumber : www.google.com)

Dengan berbagai kemegahan dan keunikan itulah yang menjadikan pernikahan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya.

Sumber :


Kamis, 20 Oktober 2011

ETIKA BERPAKAIAN DI KAMPUS


Manusia memiliki berbagai kebutuhan dalam hidupnya. Salah satu contoh dari kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan pakaian. Setiap manusia pasti memerlukan pakaian dalam kesehariannya. Hanya saja jenis dan bentuk dari pakaian itulah yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain.

Gambar 1. Etika berpakaian di kampus
(sumber : www.google.com)

Setiap orang pastilah memiliki selera atau style tersendiri dalam hal memilih pakaian untuk dirinya. Tak terkecuali pemilihan pakaian yang akan digunakan oleh seorang mahasiswa untuk berangkat  ke kampus. Mahasiswa yang satu pasti mengenakan pakaian yang berbeda dengan mahasiswa yang lainnya (berbeda style). Namun, yang perlu diperhatikan adalah etika dalam berpakaian itu sendiri. Adapun beberapa etika dalam berpakaian di kampus yang harus diperhatikan antara lain :
1.    Berpakaian yang rapi dan bersih
Setiap mahasiswa yang datang ke kampus pastilah memiliki tujuan utama yang sama yaitu menuntut ilmu. Jika setiap mahasiswa mengenakan pakaian yang bersih dan rapi saat berada di kampus, maka suasana yang tercipta di area kampus pun akan menjadi enak dipandang, serta tidak mengganggu kenyamanan orang lain yang berada di area tersebut.
2.    Berpakaian yang sesuai dengan tempatnya
Pakaian yang kita kenakan harusnya sesuai dengan tempat yang akan kita tuju. Karena apabila kita mengenakan pakaian yang aneh atau tidak sesuai tempat, selain akan menjadi pusat perhatian, kita juga bisa saja mendapatkan ejekan dari orang-orang disekitar kita.
3.    Berpakaian tidak secara berlebihan
Pakaian yang kita kenakan juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan atau tidak mengenakan aksesoris yang berlebihan. Karena apabila kita mengenakan aksesoris yang berlebihan (terlebih lagi jika itu merupakan barang mahal atau mewah), maka akan mengundang tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, dll. yang dapat membahayakan diri kita.
4.    Mengenakan pakaian yang sopan  
Pakaian yang kita gunakan juga harus sopan. Setidaknya, pakaian yang kita gunakan dapat menutupi aurat kita. Sehingga kenyaman dan keselamatan kita juga dapat terjaga.
5.    Mengenakan pakaian yang sesuai dengan ukuran badan (tidak terlalu kebesaran dan kekecilan)
Pakaian yang kita gunakan haruslah sesuai dengan ukuran badan kita, karena dengan pakaian yang pas, maka kita akan merasa nyaman terutama saat menerima materi perkuliahan.

Etika dalam berpakaian di jaman sekarang ini memang sudah tidak terlalu diperhatikan oleh segelintir orang. Semua tergerus oleh budaya globalisasi dan tuntutan perkembangan jaman. Akan tetapi, hendaknya etika dalam berpakaian ini tidak diremehkan atau dipandang sebelah mata. Tak jarang banyak kasus-kasus tindak kejahatan yang terjadi berasal dari cara kita berpakaian (khususnya untuk kaum wanita). Untuk itu, kita harus memperhatikan cara berpakaian kita, karena pakaian merupakan cerminan dari jiwa pemakainya.